Pasti temen2 dah tau donk iklannya Teh Botol yang menyebutkan "Apapun makanannya, minumnya …." Neh, sabtu kemaren, selesai kuliah aQ n temenQ makan di suatu tempat. Judulnya sih di cafetaria turn left. Sepertinya cafe itu disponsori oleh Sosro, soalnya pas ngintip ngeliat kulkasnya, ternyata isinya berbagai macam produk teh keluaran sosro. Tapi aQ gak mo bahas itu, walaupun udah terlanjur di bahas. AQ n temenQ memutuskan makan di situ dan mengambil tempat yang pinggir. Sambil nunggu makanan yang udah dipesan aku tertarik dengan taplak meja plastik yang tertulis berbagai jenis makan bukan makanan dari iklan tersebut. Mo tau ada makan apa aja? Ini berikut penjelasannya:
Makan Uang (Suap):
Seraut muka (yang tebal) direndam dalam perasaan kerakusan, dihidangkan panas-panas dengan ditaburi komisi parut. Kadang kala dinikmati bersamaan dengan birokrasi yang kental.
Makan Impian/Khayalan:
Keinginan yang besar dicampur sebutir imajinasi, digoreng dengan fatamorgana.
Makan Asam Garam:
Segenggam bubuk pengetahuan, 2 jumput kebijaksanaan digoreng dengan minyak pengalaman.
Makan Rejeki Orang:
Jenis makanan yang merupakan kegemaran para calo tenaga kerja.
Makan Korban:
Biasanya terbuat dari satu bahan berbahaya utuh, dibentuk dengan ketidakpedulian yang dilapisi keteledoran.
Makan Tidur:
Ambil kemalasan (harus yang besar dan jangan ada rasa malu), bungkus dengan selapis doyan ngorok, tidak boleh ada kerja sedikitpun, tekan bagian atasnya dan iris tipis setebal perut buncit. Tunggu sebentar, ganyem.
Makan Tempat:
Pinggul besar seberat 90 kg, sandingkan dalam angkot, sambil kakinya diselonjorkan.
Makan Waktu:
Jagung rebus yang dimakan butir demi butir dengan menggunakan tangan.
Makan Kaki Lawan:
Siapkan sepotong kesengajaan, iris tipis-tipis, oles dengan tipuan, sajikan dengan tendang menyamping.
Makan Gaji Buta:
Ambil sejumput kemalasan, secangkir bolos kerja, kocok sampai pulang cepat, jangan ambil kerjaannya dan tidak perlu dipertanggungjawabkan.
Makan Ati:
Kegeraman yang sudah dipenuhi rasa kesal, ditumbuk sampai membatin, diambil sarinya dan diaduk dalam kegemasan yang memuncak.
Makan Ruang:
Sapi potong (yang belum dipotong) dimasukkan ke dalam kulkas satu pintu.
Makan Angin:
Dinas luar dengan bos dari pagi sampe jam 5 sore lengkap dengan suguhan ketidaksabaran, kemenangsendirian, arogansi, chauvinisme sambil memborong semua percakapan.
Makan Teman:
2 sendok ri hati, dituang dalam wajan pengkhianatan, ditumis dengan perebutan kepentingan yang sudah dibuang lapisanm kepercayaannya.
Makan Tenaga:
Daging ayam muda yang diborong di supermarket diangkut ke dalam bagasi mobil tapi pulangnya harus jalan kaki.
Makan Uang Haram:
Hampir sama bahan-bahannya dengan makan uang suap tapi tidak perlu birokrasi, hany selalu disajikan dengan aneka harta misalnya hasil judi, pencurian, penggelapan, korupsi dan riba.
Makan Pikiran:
Rebusan sebutir telur ayam, yang kalau sudah matang beratnya harus pas 45,6789 gram (jangan lebih atau kurang).
Nah… Kmu mau makan apa?













hmm, kl q minumya FresT** .. hehe
Comment by atrix — June 29, 2008 @ 8:20 am
Makan makanan yang bergizi ajah…
Comment by Eka — July 10, 2008 @ 1:24 pm