Porter - On Competition (ch 1)
Chapter 1: Pembentukan strategi melalui kekuatan bersaing.
Penentuan kinerja perusahaan dapat dibagi menjadi dua bagian: pertama, menentukan rata-rata kinerja seluruh perusahaan pesaing dalam suatu industri dan kedua, menentukan apakah kinerja perusahaan berada di atas atau dibawah kinerja rata-rata tersebut.
Dalam menentukan strategi, perusahaan harus mempertimbangkan kekuatan persaingan di industri yang dimasuki. Pertama, ancaman dari para pesaing baru yang diantaranya yaitu, skala ekonomi, defferensiasi produk, modal yang besar, keunggulan biaya, jaringan distribusi, dan kebijakan pemerintah yang mendukung persaingan dalam industri. Dengan munculnya ancaman para pesaing baru, strategi perusahaan akan berubah sesuai dengan kondisi persaingan yang akan dihadapi.
Kedua, kekuatan tawar-menawar pemasok dan pembeli. Pemasok yang kuat dapat menurunkan profittabilitas dengan meningkatkan harga barang yang dipasok perusahaan. Sementara konsumen lebih memilih pada produk yang memiliki harga murah dan berkualitas. Dalam menghadapi situasi tersebut, perusahaan harus dapat memilih di antara keduanya yang kekuatan tawar-menawarnya lebih lemah dan merancang strategi untuk memperoleh keuntungan darinya.
Ketiga, produk subtitusi, tidak hanya dapat mengurangi keuntungan perusahaan tetapi juga dapat mengambil alih sumber keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus menerapkan strategi terhadap produk subtitusi agar tidak menggerogoti kinerja perusahaan.
Keempat, kondisi persaingan dalam industri. Untuk menghadapi persaingan dalam industri, perusahaan dapat menerapkan strategi seperti persaingan harga, pengenalan produk dan perang iklan. Ketatnya persaingan yang terjadi dalam industri di pengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: jumlah pesaing yang besar, pertumbuhan industri yang lamban, produk yang tidak memiliki differensiasi, biaya tetap yang tinggi, produk yang tidak tahan lama, tingkat hambatan keluar dari industri yang tinggi, pesaing yang memiliki strategi, personalitas, dan originalitas yang bermacam-macam. Industri yang telah mencapai tingkat dewasa maka tingkat pertumbuhannya akan semakin kecil sehingga dapat mengurangi keuntungan yang diperoleh.
Dengan mengetahui kekuatan persaingan yang dihadapi, perusahaan dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Selanjutnya, perusahaan dapat merancang strategi yang dengan menempatkan kekuatan perusahaan untuk menghadapi bagian persaingan yang lemah, dan atau mempengaruhi keseimbangan tingkat persaingan melalui tindakan strategis untuk meningkatkan posisi perusahaan dalam industri.
Agar dapat terus berkembang dalam industri, perusahaan dapat menempatkan diri pada posisi yang tidak mudah diserang secara langsung. Posisi ini dapat diambil dengan berbagai cara, antara lain membangun hubungan baik dengan konsumen yang menguntungkan, differensiasi produk secara keseluruhan maupun secara fisik melalui pemasaran, melakukan integrasi, dan membangun kepemimpinan teknologi.
Sumber: Porter, M. (1998) On Competition, Boston: Harvard Business School.












