Minggu ini kerjaan g membutuhkan konsentrasi yang cukup sehubungan g diminta untuk ikut melakukan penelitian mengenai bisnis dan persaingan dalam industri telekomunikasi di Indonesia. Industri yang sama sekali belom pernah g sentuh selama kuliah..So..G harus belajar dari awal..Mulai dari sejarah dan perkembangan pertelekomunikasian, struktur industri, perundang-undangan dan regulasi de el el..dibaca, dimengerti, kalo bisa sih di hapalin…Hm..lumayan sih buat nambah2 wawasan…
Sebelumnya sudah dibahas mengenai penggunaan data nominal dalam analisis uji beda. Selanjutnya data nominal juga dapat diikutsertakan pada analisis regresi. Ada beberapa pengolahan data regresi dalam SPSS yang menggunakan data nominal, dua diantaranya adalah regresi linear (perhitungan dengan data scale) dan GLM (perhitungan dengan data berkategori). Misalnya ingin diketahui pengaruh suatu variabel bebas terhada variabel terikat dengan ketentuan pada data yang memiliki value label = 1 di mana data kedua variabel berbentuk scale. Langkah2nya:
- Menu Analyze -> Regression -> Linier
- Masukkan variabel bebas dan terikat pada kolomnya masing-masing
- Masukkan data nominal (data penentu) pada kolom Selection Variable dengan Rule: equal to 1.
- Lakukan penyesuaian output yang dibutuhkan pada tombol Statistics, Plots, Save, dan Options. Klik OK.
- Output yang dihasilkan hanya berasal dari data variabel bebas dan terikat pada data nominal = 1.
Sedangkan untuk penggunaan data berkategori pada variabel bebas dan terikat, langkah2nya sebagai berikut:
- Menu Analyze -> General Linear Model -> Univariate (jika hanya terdapat satu variabel bebas/ Multivariate jika terdapat lebih dari satu)
- Masukkan variabel bebas pada kolom Dependent Variable dan variabel terikat pada kolomn Covariate Variable(s)
- Masukkan data nominal (data penentu) pada kolom Fixed Variable(s)
- Lakukan penyesuaian output yang dibutuhkan pada tombol Models, Contrasts, Plots, Save, dan Options. Klik OK.
- Output yang dihasilkan dapat diuraikan bersasarkan value label pada data nominal.
Hari ini…Nie punya temen baru di kantor.. Senengnya..Setelah sekian lama kerja sendirian, dengerin musik sendirian, mikir sendirian, makan sendirian, sholat sendirian, dan lain-lain sendirian..akhirnya ada juga temen yang bisa yang bisa diajak menderita en senang bersama, berangkat n pulang bareng.. de-el-el..
Selamat ya buat temen ku itu..Dia seangkatan di BL, dia juga alumni aslab. Nie dah biasa kerja bareng dia sewaktu di lab sebagai ADM. Yap..Namanya Eka..Hm..seperti yang dia bilang..dari aslab 03 (ceweknya) yang cuma empat orang, dua orang kerja bareng di BL, dua lagi juga kerja bareng di kediamannya Bpk Wig. Jadi berkelompok gitu…Semoga engga bosen2 deh kerja sama ma Nie..
![]()
Ini dia lagu gado-gado (Eng-Ind), plesetannya "I will Survive" versi project pop. Lagu lama sih tapi Kocak banget deh..
kusuka lagu I Will Survive
apalagi ketika ku hidup without you by myself
after so many nights dengerin i will survive song
i think i’m wrong, please come back dong
kau datang from the outer space
dengan baju astronot kau membuatku impress
you have that stupid look and i look stupid too
kita cocok, kita cocok
tapi kau pergi walk out the door
tinggalkan diriku yg sedang belajar ngebor
gak permisi gak bilang yuk dada yuk byebye
ku jadi crumble kehilangan stumble
reff: yes i know, i will not survive
tanpa dirimu di sisiku i won’t stay light
and i don’t have a lot to live, a lot to give
i will not survive, i will not survive
yeah, yeah
kumencoba tuk bertahan
menghibur diriku dng banyak" makan
i spend so many nights di berbagai restauran
tapi ternyata tidak mempan
if you see me with nobody new
cause i’m that little person
still in love with you, you know
sudah ku mencoba mencari penggantimu
tapi tak ada yg berminat
Bukan belajar buat ujian…Itu yang sekarang lagi G alamin.. Hueh…Tuh dosen tega benget ama mahasiswanya. Matakuliah metode kuantitatif mungkin emang pas buat gue yang dah ngerti spss. Tapi gak semua temen gue tau spss. Paling parah ada yang blom pernah denger apa tuh spss. Dan dengan teganya sang dosen memberikan tugas yang mahasiswanya harus menggunakan spss. Wajar aja kalo mereka protes dan minta praktek langsung berhubung si dosen gak berminat praktek di lab. Untungnya sih pak Bobby mau ngasih materi buat tugas itu..Selamet deh..
Tapi ternyata kekejaman sang dosen gak sampe di situ. UTS yang bisa dikerjakan di rumah (awalnya sih seneng banget) ternyata harus menggunakan software yang sama sekali belom pernah disentuh, yaitu amos (Gak jadi seneng deh). Emangsih masih ada hubungannya sama statistik dan spss, tapi tetep aja G ga ngerti. Modul nyang doi kasih cuma sebatas langkah2 yang mungkin bisa digunakan buat orang yang udah bisa make amos alias gak detail..Tambah lagi harus mengikutsertakan lisrel..Hui..Pusing..
Ya udah..akhirnya dengan adanya ujian ini, malah bikin gue belajar amos. Tapi tetep aja mentok terus soalnya emang gak ada tutor yang bener2 bisa bantuin. Semoga aja dosennya diberikan hidayah untuk tidak memperlakukan mahasiswanya seperti itu..Aaamiin..!!












