myspace codesmyspace codes

Economy, KnowledgeJuly 26, 2007 3:43 pm

Untuk dapat mempertahankan keberlangsungan kegiatannya setiap organisasi harus melakukan kegiatan pemasaran walaupun tidak memiliki departemen pemasaran di dalamnya. Pemasaran merupakan suatu kegiatan perusahaan untuk selalu memperhatikan pelanggannya dan memastikan bahwa produk yang ditawarkan perusahaan dihargai oleh pelanggannya. Perusahaan yang menerapkan konsep pemasaran akan berusaha  untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggannya.

Konsep mengenai pemasaran menurut pandangan perusahaan-perusahaan Jepang diawali dengan adanya kendali mutu (total quality) yang berfokus pada ”kesesuaian dengan standar” yaitu dengan membuat produk yang mampu melakukan apa yang direncanakan perancangnya dan sesuai dengan janji perusahaan kepada pelanggan. Kemudian konsep tersebut bergerak ke arah fokus pada ”kesesuaian dengan kebutuhan”, yaitu dengan memahami kebutuhan pelanggan dan menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Hingga akhirnya berfokus pada ”kebutuhan yang tersembunyi” dari pelanggan, yaitu apa yang benar-benar dihargai pelanggan namun belum pernah dialami ataupun diminta oleh pelanggan. Hal tersebut dapat disebut sebagai imajinasi pemasaran.

 Pemasaran yang baik tidak hanya mendengarkan pelanggan tetapi juga memberikan yang terbaik kepada pelanggan dengan menggunakan imajinasinya terhadap apa yang didengar dari pelanggan. Perusahaan harus dapat mendefinisikan diri dalam bentuk manfaat yang mereka sediakan bukan sebagai penyedia produk sehingga dapat menangkap berbagai peluang yang dapat mengembangkan perusahaan. Konsep pemasaran tidak menuntut pemasaran yang belebihan tetapi menuntut manajemen yang lebih baik.

 Perangkat pemasaran secara umum dikenal dalam ’empat P’ yaitu: Product, Price, Place dan Promotion. Namun Dick Berry, profesor dari University of Wisconsin-Madison melakukan survai dan menambahkan bauran pemasaran tersebut dengan layanan  (service), kepekaan pelanggan (customer sensitivity), dan kemudahan pelanggan (customer convenience). Berdasarkan hasil survei Berry, dari ketujuh bauran pemasaran tersebut, kepekaan pelanggan merupakan variabel terpenting. Maka, untuk dapat memanajemeni kepekaan pelanggan, para pemasar perlu memanajemeni sikap karyawan dalam pekerjaannya yang menyangkut pada pelanggan karena pelanggan merupakan pihak terpenting di dalam suatu perusahaan. Demikian halnya dengan persamaan pemasaran yang menyatakan bahwa ’Harga yang dibayarkan oleh pembeli harus setara atau lebih rendah daripada kepuasan total yang bisa diperoleh dari paket manfaat (benefit) yangn diterima’

Knowledge, SPSSJuly 13, 2007 12:11 pm

Buat yang udah pernah kenalan sama SPSS pasti udah tau donk apa itu value label. Value label adalah pengidentifikasian data kualitatif (data yang gak bisa diitung) yang dikuantitatifkan dalam bentuk angka. Kalo data kualitatif tersebut merupakan data ordinal, seperti misalnya dalam kusioner (setuju, ragu-ragu dan tidak setuju) masih dapat dilakukan pengujian dalam analisis seperti uji validitas , reliabilitas, normalitas, regresi dan uji-uji lainnya. Trus gimana kalo data kualitatifnya berupa data nominal, seperti misalnya data diri dari responden (jenis kelamin, agama dll) bisa diikutsertakan dalam suatu analisis? Jawabannya bisa, tergantung dari kebutuhan riset.

 Banyak pengujian yang bisa mengikutsertakan data nominal di dalammnya, diantaranya uji beda rata-rata dan uji regresi. Kalo uji beda, bisa dimisalkan dengan hipotesis ‘rata-rata gaji karyawan pria dan gaji karyawan wanita berbeda’. Cara ngujinya di SPSS, klik menu Analyze –> Compare Mean –> Independent Sample T Test..kemudian ikuti langkah berikut:

  •  Masukkan variabel gaji ke kotak Test Variabel(s)  (karena yang mau diuji adalah rata-rata gaji)
  • Masukkan variabel gender ke kotak Grouping Variable. (karena perbandingan dilakukan berdasarkan gender)
  • Klik define group, pada group 1 isi dengan angka 1 dan pada Group 2 isi dengan angka 2.  (karena perbandingan hanya bisa dilakukan oleh dua value)
  •  Setelah continue klik OK.

 Pengujian dilakukan pada tabel independent sample t test, pada kolom Levene’s Test, Jika Sig.>0.05, maka gunakan baris "equal variances assumed" pada pengujian selanjutnya. Jika Sig<0.05, gunakan baris "equal variances not assumed". Kemudian Pada t-test for Equality of Means, dapat dilihat nilai sig. jika Sig.>0.05, maka rata-rata gaji karyawan pria dan wanita sama. Sedangkan Jika Sig<0.05, artinya rata-rata gaji karyawan pria dan wanita Berbeda.

Silahkan mencoba dengan contoh yan lain… 

OthersJuly 9, 2007 12:04 pm

Kosong….

Hampa….

Banyak ketidak jelasan….

Banyak kesalah pahaman….

Aduh….

Gue harus Gimana……??

emoticon